headerphoto

Deklarasi Gerakan Oposisi Mahasiswa

Kamis, 22 Oktober 2009 18:15:49 - oleh : admin

deklarasi oposisi mahasiswaJAKARTA - Kamis (22 Oktober 2009) Tujuh Organisasi Mahasiswa menggelar Mimbar Bebas dan Deklarasi Gerakan Oposisi Mahasiswa Indonesia. Ketujuh organisasi itu adalah HMI, GMNI, IMM, KAMMI, GMKI, Hikmahbudhi, dan IKMHDI. Setelah ditandatangani Deklarasi Gerakan Oposisi Mahasiswa Indonesia, para pimpinan organisasi tersebut menyampaikan orasi. Dalam orasinya, Ketua Umum PB HMI Arip Musthopa menyatakan, "Oposisi bukanlah oposisionisme, yang bermakna asal beda, tetapi oposisi yang kami bangun adalah melakukan kritik dan koreksi atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang keliru dan menyengsarakan rakyat." Arip menambahkan pula sebenarnya pernyataan bahwa oposisi tidak ada dalam sejarah bangsa Indonesia adalah keliru. Karena pada masa kebangkitan, para pemuda Indonesia menyatakan oposisi terhadap Pemerintah Hindia Belanda. Karena sikap oposisi itulah, akhirnya kita saat ini merasakan kemerdekaan. Sedangkan Rendra Valentino, Ketua Presidium Nasional GMNI menyoroti masalah matinya partai politik. "Partai politik hari ini sudah direduksi fungsinya hanya sebagai kontestan pemilu saja, sudah tidak berfungsi sebagai pembangun peradaban", demikian ditegaskan oleh Rendra.

Ray Rangkuti, Pemimpin Masyarakat Oposisi Indonesia, hadir pula sebagai orator tamu. Dalam orasinya Ray menyebutkan ada lima alasan masa suram demokrasi kita. Pertama, penyelenggaraan pemilu kacau balau. Tidak ada anggota KPU yang dihukum atau dipecat karena kekacauan penyelenggaraan pemilu. Seolah, tidak peduli bagaimana jalannya pemilu, yang terpenting adalah menang. Kedua, hukum dibajak oleh kekuasaan. ketiga, menumbuhsuburkan praktik-praktik korupsi. Para anggota DPR dan DPRD berebut menempati komisi "basah". Demikian pula parpol yang meminta jatah menteri di kementrian yang anggarannya paling banyak. Keempat, semua ingin berkuasa. Kelima, adanya pemusatan kekuasaan. Trias politica yang menyatakan keseimbangan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif bisa dipastikan akan segera hilang. Semua dihegemoni oleh kekuasaan eksekutif. Acara tersebut bertempat di Jakarta Media Center (JMC) Jl. Kebon Sirih Jakarta, yang di hadiri ratusan orang dari tujuh organisasi tersebut dan masyarakat umum.

Adapun Isi Deklarasi Gerakan Oposisi Mahasiswa, yaitu:

Indonesia adalah negeri yang diberkahi. Memiliki kekayaan alam dan manusia yang melimpah. Menduduki posisi geopolitik dan geostrategis di Asia dan Dunia      sehingga diperhitungkan di dunia internasional. saat ini indonesia telah melewati berbagai pergantian rezim dan sistem kekuasaan.

Kami meyakini bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang cocok bagi indonesia. Dan mekanisme checks and balances adalah prinsip dalam demokrasi, namun saat ini keberadaannya terancam dengan tendensi pemusatan kekuasaan.
Kami meyakini bahwa, kekuasaan adalah cenderung menyeleweng maka dibutuhkan kekuatan yang secara khusus, mengontrol agar kekuasaan tidak disalahgunakan.

Kami meyakini bahwa, berkontribusi didalam bangsa dan negara, tidak mesti menjadi bagian dari kekuasaan yang memerintah.

Maka demi tumbuh sehatnya demokrasi indonesia.
Demi tumbuhnya budaya politik yang sehat dan maju.
Demi terjaga kekuasaan dari kecenderungan untuk menyimpang.
Demi lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintahan yang berkualitas, berpihak pada rakyat dan amanat konstitusi.

Dengan ini kami mahasiswa indonesia yang tergabung dalam HMI, GMNI, GMKI, IMM, KAMMI, KMHDI, dan HIKMAHBUDHI menyatakan diri menjadi kekuatan oposisi terhadap pemerintahan SBY-Boediono.

Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut: maka kami akan membentuk tim kerja yang secara serius akan melakukan kajian atas kebijakan-kebijakan         pemerintah dan secara pro aktif menawarkan prespektif alternatif kepada publik dan pengambil kebijakan.

 

Berita "Media ,Informasi, dan Komunikasi" Lainnya