PENJELASAN PENGURUS BESAR HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM TENTANG PENYALURAN BANTUAN KORBAN GEMPA SUMBAR
Assalamualaikum wr, wb.
"Belum lagi reda kesedihan atas tragedi yang menimpa Jawa Barat, saudara-saudara kita yang di Indonesia tiba dikejutkan dengan peristiwa serupa yang terjadi Sumatera. Bangunan-bangunan beruntuhan dan ratusan orang meninggal. Mereka yang masih hidup menderita kehilangan sanak keluarga dan membutuhkan banyak bantuan."
Menyikapi musibah Gempa Sumbar 30 September 2009 sebesar 7,6 skala Richter, pada tanggal 1 Oktober 2009, PB HMI mengambil kebijakan sebagai berikut:
a.Menginstruksikan:
1.Kepada Pengurus dan Anggota HMI se-Sumbar dan sekitar Sumbar untuk bergerak ke pusat-pusat kerusakan akibat gempa dan proaktif mencari/menolong/mengobati korban, menyingkirkan puing-puing, membantu aparat yang bertugas dilokasi, bekerjasama dengan pihak lain, dll untuk meringankan penderitaan korban.
2.Kepada Pengurus HMI seluruh Indonesia segera melakukan aksi keprihatinan penggalangan dana dan bentuk bantuan lain untuk disalurkan pada korban gempa.
3.Bila telah dimungkinkan secara teknis dan benar-benar dibutuhkan, PB HMI akan mengirim relawan (kesehatan dan serbaguna) ke Sumatera Barat.
b.PB HMI membuka penyaluran bantuan melalui rekening PB HMI Peduli, BRI KCP BPKP Nomor 1148-01000888500. Untuk konfirmasi dapat menghubungi telp/fax 021-2305205, atau sdr. Fikri (Kabid Kesra) 081213033388. Info lebih lanjut dan transparansi penggalangan dana dapat dilihat di www.hmi.or.id
Dari kebijakan tersebut alhamdulillah bantuan dari berbagai pihak di dalam dan luar negeri mengalir (kami juga membuat pengumuman dalam versi bahasa Inggris dalam www.hmi.or.id dan melalui email kepada kolega yang berada di luar negeri). Bantuan yang masuk berupa dana dari alumni, anggota, simpatisan, dan pihak lain melalui rekening HMI Peduli di atas sampai dengan tanggal 27 Oktober 2009 tercatat berjumlah Rp. 110.921.600 dan telah disalurkan sebesar Rp. 48.066.300,- adapun sisanya sebesar Rp. 62.855.300,- rencananya akan kami gunakan untuk program pembangunan Masjid Paninjauan di Padang Pariaman yang sebelumnya sudah dibersihkan oleh relawan HMI. Selanjutnya, PB HMI juga mengirimkan kader-kadernya untuk menjadi relawan serbaguna di Sumatera Barat. Dengan berbagai kualifikasi keahlian mulai dari tenaga medis (dokter dan perawat), tim evakuasi, dapur umum, dan tim serbaguna lainnya.
Relawan HMI tersebut terdiri dari Pengurus Besar (PB) HMI, Kader-kader HMI SUMBAR, JABODETABEK, JABAR, ACEH, SUMUT, RIAU, SUMBAGSEL dan Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI). Relawan-relawan tersebut tersebar ke berbagai posko yang berada di Sumatera Barat. Mulai dari Posko Kesehatan yang bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kayu Tanam, Posko distribusi Logistik dan evakuasi yang bekerjasama dengan Forum Silaturahmi Alumni HMI Minang (FORAHMI) di Padang Pariaman, Posko Pendataan yang bekerjasama dengan Yayasan Kabisat dan oxfam, puluhan relawan yang tersebar di beberapa Universitas, Media dan Lembaga-lembaga bantuan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Semua Relawan dikoordinasi oleh Posko Terpadu HMI/KAHMI di jalan Hang Tuah nomor 158 Kota Padang.
Selama berada di Sumatera Barat pasca gempa telah banyak yang dilakukan oleh relawan HMI. Mulai dari pendataan dampak bencana, evakuasi, pembersihan masjid dan sekolah, pembuatan dapur umum dan pengobatan gratis sampai dengan penyaluran bantuan berupa sembako.
Selain bantuan dalam bentuk dana di atas, PB HMI juga menerima dan menyalurkan bantuan dari luar negeri yang kemudian menimbulkan polemik luas dari internal maupun eksternal HMI. Polemik terjadi karena PB HMI menyalurkan bantuan yang menurut pemberitaan media dan isu-isu yang berkembang berasal dari Israel dengan nilai dan bentuk bantuan yang beragam.
Menanggapi perkembangan tersebut, kami perlu mengklarifikasi dan meluruskannya sebagai berikut:
a.Keputusan PB HMI untuk menerima dan menyalurkan bantuan tersebut didasarkan pada semangat kemanusiaan semata yang tentu bersifat lintas ikatan primordial baik itu atas nama suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Oleh karena itu, kami menolak penyaluran bantuan tersebut dilihat dari perspektif lain khususnya yang bersifat politis, apalagi konspiratif.
b.Bantuan yang diperoleh tidak berasal dari negara atau pemerintah Israel, melainkan berasal dari komunitas yahudi Kanada yang turut prihatin dengan musibah yang menimpa Sumatera Barat.
c.Bantuan yang diperoleh sama sekali tidak dalam bentuk uang ‘sejumlah' US$ 500.706,47 atau lebih sebagaimana diisukan pihak tertentu, melainkan berupa obat-obatan senilai US$ 500.706,47 dan obat-obatan tersebut dikirimkan langsung ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang tanggal 26 Oktober 2009 dengan pesawat Air Asia melalui Kuala Lumpur (selain bantuan obat-obatan tersebut tidak ada bantuan lain). Bantuan obat-obatan tersebut telah kami salurkan kepada pihak Rumah Sakit Padang Pariaman.
d.PB HMI sepenuhnya bertanggungjawab atas keputusannya dan meminta pihak-pihak tertentu yang meminta kejelasan informasi dan penjelasan untuk menghubungi kami.
e.Menjamin bahwa penyaluran bantuan tersebut tidak akan mengganggu objektifitas PB HMI dalam melihat konflik di Timur Tengah dan belahan dunia lain serta tetap konsisten melihatnya dari sisi kemanusiaan, nilai-nilai kebenaran universal, dan solidaritas muslim demi terwujudnya tatanan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Billahittaufiq wal hidayah
Wassalamualaikum wr, wb.
Jakarta, 10 Dzulqaidah 1430 H
29 Oktober 2009 M
PENGURUS BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
ARIP MUSTHOPA AHMAD NASIR SIREGAR
KETUA UMUM SEKRETARIS JENDERAL
Visitors :55927 Org
Hits : 231653 hits
Month : 2460 Users